Jumat, 29 Agustus 2014

TERSENTUH HATI SETELAH
MEMBACA INI
KISAH ANAK SHOLEH

Seorang ayah ingin mengajarkan
kepada anaknya sejak dini yang baru duduk dikelas 3 SD untuk mengatur uang jajannya.

Sang anak diberi uang Rp 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah.
Pada minggu pagi mereka berdua
hendak jalan-jalan ke kota untuk
menikmati liburan. Sebelum berangkat, tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya.
Ditengah keasikan sang ayah dan
anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yangg telah tua renta sambil memelas.
Tak tega melihat sang kakek tua
memelas, sang anak dengan sigap
langsung mengeluarkan 3 lembar uang 10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya.
Kontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya
ini.
Setelah si kakek tua berlalu, kemudian sang ayah bertanya;
“Sayang, kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam?”
“Ayah..kalau kakek tua itu ikhlas
menerima yang sedikit maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar!”
Jawab anaknya dengan wajah
tersenyum..
“DEG!!!” Hati sang ayah langsung
tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.
“Nah, terus uang jajanmu untuk
seminggu ke depan bagaimana?” Tanya sang ayah mencoba menguji.
“Kan aku masih punya ayah dan Ibu! Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini.” Balas anaknya.
“Kenapa kamu begitu yakin kalo ayah dan Ibu akan mengganti uang jajanmu?
Ayah nggak janji loh?” Kembali sang ayah mengujinya.
“Kalo ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan Ibu, maka aku sangat yakin ayah dan Ibu tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu..” Jawab sang anak mantap.
Seakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata. Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD.
Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada dihadapannya.
Lalu ia berjongkok dan memegang
kedua pundak anaknya..
“Sayang…ayah dan Ibu janji akan
selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah tetapkan batas umur ini. Ayah sangat sayang padamu..” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru.
Sambil memegang kedua pipi ayahnya,sang anak membalas,
“Ayah tak perlu berkata seperti itu.
Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan Ibu sangat mencintai dan
menyayangiku. Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan Ibu, dan aku tidak akan membiarkan ayah dan Ibu hidup dijalan seperti kakek tua itu…”
Dan airmata sang ayahpun tak
terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya. Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat. Dan kedua larut dalam haru dan kasih sayang.
Anak ibarat kertas putih yang kita bisa tulis apa saja.
Mari kita berdo’a agar anak keturunan kita menjadi anak yg Soleh/solehah.
Peduli pada sesama, dan ikhlas berbagi. Dan sesungguhnya itu bisa kita mulai dari diri kita dulu… Pedulilah pada sesama, ikhlaslah berbagi…. InsyaAllah
anak kita pun akan demikian….
InsyaAllah.

Kamis, 28 Agustus 2014

SEJARAH AZAZIL : 
RAJA IBLIS 

Cerita  tentang kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri, adalah sebuah kisah yang lebih tua dibanding penciptaan manusia. Ia hadir dan berawal  ketika manusia masih dalam perencanaan penciptaan. Karena hanya para malaikat  makhluk yang diciptakan sebelum manusia, kesombongan sejatinya  berhulu dari malaikat. ADALAH Azazil, malaikat yang dikenal penduduk surga karena doanya mudah dikabulkan oleh Allah. Karena selalu dikabulkan oleh Allah, bahkan para malaikat pernah memintanya untuk mendoakan agar mereka tidak tertimpa laknat Allah. 

Tersebutlah suatu ketika saat berkeliling di surga, malaikat Israfil mendapati sebuah  tulisan  "Seorang hamba Allah yang telah lama mengabdi akan mendapat laknat dengan sebab menolak perintah Allah."  Tulisan yang tertera di salah satu pintu surga itu, tak pelak membuat Israfil menangis. Ia takut, itu adalah dirinya. Beberapa malaikat lain juga menangis
dan punya ketakutan yang sama seperti Israfil, setelah mendengar kabar perihal tulisan di pintu surga itu dari Israfil. Mereka lalu sepakat mendatangi Azazil dan meminta didoakan agar tidak tertimpa laknat dari Allah.  Setelah mendengar penjelasan dari Israfil dan para malaikat yang lain, Azazil lalu memanjatkan doa. 

"Ya Allah. Janganlah Engkau murka atas mereka." 

Di luar doanya yang mustajab, Azazil dikenal juga sebagai Sayidul Malaikat alias penghulu para malaikat dan  Khazinul Jannah (bendaharawan surga). Semua lapis langit dan para penghuninya, menjuluki Azazil dengan sebutan penuh kemuliaan meski berbeda-beda.  

>Pada langit lapis pertama , ia  berjuluk Aabid, ahli ibadah yang mengabdi luar biasa kepada Allah pada langit lapis pertama,
>Di langit lapis kedua,  julukan pada Azazil adalah Raki atau ahli ruku kepada Allah,
>Di langit lapis ke tiga, ia berjuluk Saajid atau ahli sujud,
>Di langit ke empat ia dijuluki Khaasyi karena selalu  merendah dan takluk kepada Allah,
>Di langit lapis kelima menyebut Azazil sebagai Qaanit Karena ketaatannya kepada Allah,
>Di langit keenam Gelar Mujtahid, karena ia bersungguh-sungguh ketika beribadah kepada Allah. 
> Pada langit ketujuh, ia dipanggil Zaahid, karena sederhana dalam menggunakan sarana hidup.

Selama 120 ribu tahun, Azazil, si penghulu para malaikatmenyandang semua gelar kehormatan dan kemuliaan, hingga tibalah ketika para malaikat melakukan musyawarah besar atas undangan Allah.  Ketika itu, Allah, Zat pemilik kemutlakan dan semua niat, mengutarakan maksud untuk menciptakan pemimpin di bumi. 

"Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi."  
begitulah firman Allah.(QS. Al Baqarah : 30)

Semua malaikat hampir serentak menjawab mendengar kehendak Allah.  

"Ya Allah, mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi, yang hanya akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau."(QS. Al Baqarah : 30)

Allah menjawab kekhawatiran para malaikat dan meyakinkan bahwa,

"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqarah : 30)

Allah lalu menciptakan manusia pertama yang diberi nama Adam. Kepada para malaikat, Allah memperagakan kelebihan dan keistimewaan Adam, yang menyebabkan  para malaikat mengakui kelebihan Adam  atas mereka. Lalu Allah menyuruh semua malaikat agar bersujud kepada Adam, sebagai wujud kepatuhan dan  pengakuan atas kebesaran Allah. Seluruh malaikat pun bersujud, kecuali  Azazil. 

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat "Sujudlah kamu kepada Adam,  maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk
golongan orang-orang yang kafir" (Al Baqarah: 34)

Bersemi Sejak di Awal Surga

Sebagai penghulu para malaikat dengan semua gelar dan sebutan kemuliaan, Azazil merasa tak pantas bersujud pada makhluk lain termasuk Adam karena merasa penciptaan dan statusnya  yang lebih baik. Allah melihat tingkah dan sikap Azazil, lalu bertanya dengan memberi gelaran baru baginya Iblis. "Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud
kepada yang telah Kuciptakan  dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri (takabur) ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"  Mendengar pernyataan Allah, bukan permintaan ampun yang keluar dari Azazil, sebaliknya  ia malah  menentang dan berkata, 

"Ya Allah, aku (memang) lebih baik dibandingkan Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah."  

Mendengar jawaban Azazil yang sombong, Allah berfirman. 

"Keluarlah kamu dari surga. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang diusir". 

Azazil alias Iblis, sejak itu tak lagi berhak menghuni surga. Kesombongan dirinya, yang merasa lebih baik, lebih mulia dan sebagainya dibanding makhluk lain telah menyebabkannya menjadi penentang Allah yang paling nyata. Padahal Allah sungguh tak menyukai orang-orang yang sombong. 

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

Bibit kesombongan dari Azazil sejatinya sudah bersemai sejak Israfil dan  para malaikat mendatanginya agar mendoakan mereka kepada Allah. Waktu itu, ketika mendengar penjelasan Israfil, Azazil berkata, 

"Ya Allah! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintah-Mu, sungguh aku ikut mengutuknya." 

Azazil lupa, dirinya adalah juga hamba Allah dan tak menyadari bahwa kata "hamba" yang tertera pada tulisan di pintu surga, bisa menimpa  kepada siapa saja, termasuk dirinya.
Lalu, demi mendengar ketetapan Allah, Iblis bertambah nekat seraya meminta kepada Allah agar diberi dispensasi. Katanya,  

"Ya Allah, beri tangguhlah aku sampai mereka ditangguhkan." 

Allah bermurah hati, dan   Iblis mendapat apa yang dia minta yaitu masa hidup panjang selama manusia masih hidup di permukaan bumi sebagai khalifah.  Dasar Iblis, Allah yang maha pemurah, masih juga ditawar.  Ia lantas bersumpah akan menyesatkan Adam dan anak cucunya, seluruhnya, Kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.

" Maka kata Allah, "Yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dengan jenis dari golongan kamu dan  orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya."

Menular pada Manusia Korban pertama dari usaha penyesatan yang dilakukan Iblis, tentu saja adalah Adam dan Hawa. Dengan tipu daya dan rayuan memabukkan, Nabi Adam as. dan Siti Hawa lupa pada perintah dan larangan Allah. Keduanya baru sadar setelah murka Allah turun. Terlambat memang, karena itu Adam dan Hawa diusir dari surga dan ditempatkan di bumi. Dan sukses Iblis menjadikan Adam dan Hawa sebagai korban pertama penyesatannya, tak bisa dilihat sebagai sebuah kebetulan. Adam dan Hawa, bagaimanapun adalah Bapak dan Ibu seluruh manusia, awal dari semua sperma dan indung telur. Mereka berdua, karena itu menjadi alat ukur keberhasilan atau ketidakberhasilan Iblis menyesatkan
manusia. Jika asal usul seluruh manusia saja,  berhasil disesatkan apalagi anak cucunya. 
Singkat kata, kesesatan yang di dalamnya juga ada sombong, takabur, selalu merasa paling hebat, lupa bahwa masih ada Allah,  juga sangat bisa menular kepada manusia sampai kelak di ujung zaman. 

Di banyak riwayat, banyak kisah tentang kaum atau umat terdahulu yang takabur menentang dan memperolokkan hukum-hukum Allah, sehingga ditimpakan kepada mereka azab yang mengerikan. Kaum Aad, Tsamud, umat Nuh,  kaum Luth, dan Bani Israil adalah sedikit contoh dari bangsa-bangsa yang takabur dan sombong  lalu mereka  dinistakan oleh
Allah, senista-nistanya.  Karena sifat   takabur pula, sosok-sosok seperti  Fir'aun si Raja Mesir kuno, Qarun, Hamaan dan Abu Jahal juga mendapatkan azab yang sangat pedih di dunia dan pasti kelak di akhirat.

Pada zaman sekarang, manusia sombong yang selalu menentang Allah bukan  berkurang, sebaliknya malah bertambah. Ada yang sibuk mengumpulkan harta dan lalu menonjolkan diri dengan kekayaannya. Yang lain rajin mencari ilmu, namun kemudian takabur dan merasa paling pintar. Sebagian berbangga dengan asal usul keturunan; turunan ningrat, anak kiai, dan sebagainya. Ada juga yang merasa diri paling cantik, paling putih, paling mulus dibanding manusia lain. Mereka yang beribadah, shalat siang malam, puasa, zakat dan berhaji merasa paling saleh dan sebagainya. Ada yang meninggalkan perintah-perintah Tuhan hanya karena mempertahankan dan bangga dengan  budaya warisan nenek
moyang, dan seolah-olah segala sesuatu di luar budaya itu tak bernilai. Tak sedikit juga yang mengesampingkan larangan-larangan Allah hanya karena menguber era laju zaman modern yang selalu  dibanggakan. Sebagai manusia, orang-orang semacam itu tak bermanfaat sama sekali. Mata jasmani mereka memang melihat, tapi mata hatinya sudah buta melihat kebenaran dan kebesaran Allah.  Allah telah dijadikan nomor dua, sementara yang nomor satu adalah diri dan makhluk lain di sekitar dirinya. Hati mereka menjadi gelap  tanpa nur iman sebagai pelita. Akal mereka tidak dapat membedakan antara yang hak (benar) dengan yang batil (salah). 

"Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri (takabur)"   
(Al Muddatstsir: 23).

Iblis sebagai pelopor sifat takabur selalu mendoktrin kepada siapa saja sifat takabur, dan mewariskannya kepada jin dan manusia. Tujuannya jelas, untuk menyebarkan sumpah (Iblis) pada golongannya sebagaimana golongan setan dari jenis jin. Setan tentu  dominan untuk menjerumuskan dan menyesatkan bangsa jin, begitu pula setan dari golongan jenis manusia, sangat dominan untuk menjerumuskan dan menyesatkan bangsa manusia. 

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-
tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai"  (Al Araaf: 179).

Padang Mahsyar

Berkumpulnya Manusia di Padang Mahsyar

Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatu.

Alhamdulillah. Segala puji hanya kepunyaan Allah serta sholawat dan salam tidak henti-hentinya kita sanjungkan kepada Rasulullah Muhammad Saw. yang telah menerangi hati kita dengan cahaya iman.
Saudaraku, telah diceritakan baik di dalam Al-quran dan Hadis, bahwa semua makhluk termasuk manusia akan dikumpulkan disuatu tempat pada hari Kiamat, tempat yang luasnya seluas langit dan bumi dan seluruh makhluk berkumpul menjadi satu untuk menunggu keputusan Allah swt tentang nasib mereka selanjutnya. Tempat itu disebut Padang Mahsyar. Untuk apa (mereka) kita dikumpulkan di padang mahsyar, yaitu untuk menerima catatan amal yang telah kita lakukan ketika hidup didunia dan mereka satupun tidak memakai pakaian (telanjang), sebagaimana Rasulullah saw. bersabda yang diriwayatkan dari Ummu Salamah ra.
"Manusia akan dikumpulkah pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang tubuhnya. Maka saya (Ummu Salamah) bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana dengan kaum wanita? (maksudnya apakah juga telanjang). Jawab Rasulullah saw: Manusia sibuk (dengan urusan-urusannya masing-masing) hari Ummu Salamah. Saya bertanya: Apakah yang membuat mereka sibuk? Jawab beliau: (karena) dibukanya catatan-catatan yang tercantum padanya perkara-perkara yang seberat atom dan perkara-perkara yang seberat biji sawi."
Berdasarkan hadis diatas, pada saat itu tidak ada kesempatan untuk meneliti keadaan manusia yang lain. Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa mereka di padang mahsyar untuk menunggu keputusan Tuhan selama seribu tahun dalam kegelapan dan tiada berbicara antara satu dengan yang lainnya dengan rasa cemas, sedih, dan sengsara. Manusia merasa kepanasan yang hebat sekali, karena matahari letaknya berdekatan dengan kita.
"Pada hari Kiamat manusia keluar keringatnya hingga lenyap keringatnya ke dalam bumi sejauh tujuh puluh hasta dan melelehlah keringatnya hingga sampai ke telinga mereka." (HR. Baihaqi)
Di padang mahsyar kita tidak dapat berlindung dari sengatan matahari, kecuali orang-orang yang beramal soleh yang langsung mendapat perlindungan dimana Allah memberikan naungan atau tempat berlindung dan naungan itu hanya dapat ditempati untuk berteduh oleh beberapa golongan saja. Adapun golongan manusia yang mendapatkan tempat berteduh ketika di padang mahsyar ada tujuh golongan manusia, yaitu:

1. Pemimpin yang adil
2. Pemudah yang dari kecil sampai matinya selalu beribadah kepada Allah.
3. Orang yang hatinya terpaut pada masjid, apabila ia keluar dari masjid itu sampai ia kembali lagi kesitu.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah juga karena Allah.
5. Orang yang berzikir kepada Allah disaat yang sunyi, sampai mengeluarkan air mata dan kedua matanya.
6. Orang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan yang baik lagi pula cantik rupawan, tetapi laki-laki itu berkata: "Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah sekalian alam.
7. Orang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikan barang yang disedekahkannya itu, sehingga dapat dikatakan bahwa tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya.
semoga kita termasuk salah satu dari beberapa golongan yang diberi perlindungan tempat yang teduh dari panasnya matahari di padang mahsyar tempat berkumpulnya seluruh mahkluk pada hari Kiamat kelak dan semoga kita termasuk gologan manusia yang beruntung dengan mendapatkan buku catatan amal yang diberikan Allah swt. pada tangan kanan kita, insya Allah, amin ya robbal 'alamin.

Dahsyatnya Padang Mahsyar di Yaumul Qiamah tempat manusia berkumpul dan kembali menanggung beban'nya masing - masing...
KEKAYAAN KALIAN SUDAH TIDAK ADA GUNANYA APABILA KEKAYAAN KALIAN TIDAK DI MANFAATKAN
SEBAIK - BAIKNYA MAKA KELAK AKAN DI PERTANGGUNG JAWABKAN DI YAUMUL QIAMAH DAN ALAM KUBUR.

RENUNGKAN BAIK - BAIK KAWAN MUSLIM .

SEBARKAN & AMAL'KAN KE SESAMA MUSLIM LAINYA .

SEMOGA INI MENJADI BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA SESAMA MUSLIM DAN MENAMBAH KEIMANAN KITA

SERTA PERCAYA RUKUN IMAN DAN ISLAM.


SEBUAH KESADARAN DIRI KITA MASING - MASING ANTARA KEKAL AKHIRAT DI BANDINGKAN DUNIA.
MAHA DAHSYAT AKHIRAT DAN PADANG MAHSYAR

Sesungguhnya setan & Orang - orang kAFIR Laknatullah Alaaih itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu) perangi dia
karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

( '' QS : AL-FATHIR AYAT : 06 )


AL-HAMDULILLAH SEGALA PUJA PUJI SYUKUR SENANTIASA TIDAK LUPA KITA PANJATKAN KEHADIRAT ALLAH'HU ROB'BI YG TELAH MEMBERIKAN NIKMAT Iman & ISLAM.







SHALAWAT SERTA SALAM TIDAK LUPA SENANTIASA KITA PANJATKAN KEHADIRAT BAGINDA NABI ALLAH AGUNG MUHAMMAD S.A.W BESERTA PARA SAHABAT2

KELUARGA'NYA HINGGA SELURUH PARA PENGIKUT2'NYA YG SENANTIASA MENGERJAKAN SEGALA SUNAH2 NABI ALLAH MUHAMMAD S.A.W



KELAK DI YAUMUL QIAMAH .

AMIEN ALLAH'HUMA AMIEN .

SHOLALLAHU ALLA MUHAMMAD SHOLALLAHU ALLAHI WASSALIM WABBARIK WASSALIM ALLAIH.

ALLAH'HUMA SHOLIH WASSALIM WABBARIK WAS'SALIM ALLAIH.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ ‍ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم

وَعَلى الِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ


"Ya Allah, Limpahilah Rahmat ke atas Junjungan Muhammad, yang membukakan apa yang tertutup, yang menamatkan apa yang terdahulu, yang membela kebenaran dengan kebenaran, yang memberi petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus.

Dan ke atas keluarganya bersesuaian dengan pangkat dan kedudukannya yang tinggi."

“Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.” (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).
Amiienn ALLAH'HUMA AMIIEN

QS : Al-Zalzalah
[99:1]
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya

[99:2]
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,

[99:3]
dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?",

[99:4]
pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

[99:5]
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

[99:6]
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.

[99:7]
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

[99:8]
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.


( QS : Al-Zalzalah AYAT : 01 : 08 )

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan: "Allah l akan mengumpulkan seluruh manusia setelah mereka bangkit dari kuburnya. Mereka berjalan menuju mahsyar, sebuah tempat di mana Allah l akan kumpulkan makhluk yang pertama hingga yang terakhir. Mahsyar adalah sebuah tempat yang rata. Tidak ada tempat yang tinggi, tidak pula ada gunung maupun bukit. Tempat yang rata, semua makhluk akan berkumpul di sana." (Syarh Lum'atul I'tiqad, hal. 201).

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Sahl bin Sa'd z, Rasulullah bersabda:

"Umat manusia akan digiring pada hari kiamat ke (mahsyar). Sebuah medan yang luas. Tanahnya berwarna putih seperti bundaran roti yang bersih." Sahl z dan selainnya berkata: "Tidak ada di sana tanda (tempat keberadaan) bagi seorangpun." (HR. Al-Bukhari no. 6521 dan Muslim no. 790)

Matahari di dekatkan kepada makhluk

Matahari diakan didekatkan terhadap kepala makhluk, sehingga semakin memberatkan dan menakutkan mereka. Itulah di antara peristiwa yang amat dahsyat di padang mahsyar. Maka, keluarlah keringat mereka yang akan menyiksa pemiliknya sesuai dosa-dosa mereka ketika hidup di dunia.

Sebagaimana sabda Rasulullah :

"Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil." –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: "Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata."–

Beliau bersabda: "Maka manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya
(yakni dosa-dosanya).[1] Maka, di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua betisnya. Adapula yang sampai pinggangnya. Ada juga yang keringatnya sungguh-sungguh menyiksanya." –Perawi berkata: "Rasulullah n menunjuk dengan tangannya ke mulutnya." (HR. Muslim no. 2864)

Juga hadits dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya keringat manusia itu pada hari kiamat akan membanjiri bumi selebar tujuhpuluh delapan, dan sungguh akan membanjiri sampai setinggi mulut atau telinga mereka." –Tsaur, salah seorang perawi ragu mana lafadz yang tepat– (HR. Muslim)

Seandainya ada yang bertanya, kalau di dunia maka bila matahari mendekat sedikit saja dari garis edarnya, wajarnya bumi akan terbakar. Maka, bagaimana mungkin hal ini akan terjadi dengan jarak sedemikian dekat namun tidak membakar makhluk?

Jawabannya, kata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin , manusia akan dibangkitkan lalu digiring ke padang mahsyar pada hari kiamat bukan dengan kekuatan yang ada pada mereka ketika hidup di dunia.

Bahkan mereka lebih kuat dan lebih mampu. Bila manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari, tidak berteduh, tidak makan dan tidak minum, mereka tidak mungkin mampu melakukannya. Mereka akan binasa. Namun pada hari kiamat, mereka mampu bediri selama 50 tahun tanpa makan dan minum ataupun berteduh, kecuali beberapa golongan yang Allah naungi.

Mereka mampu menyaksikan kegerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni neraka yang disiksa, mereka tidak binasa karenanya.

"Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain…" (An-Nisa': 56) [Syarh Al-'Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135]

Oleh karena itulah, Rasulullah memberikan contoh kepada umatnya untuk senantiasa meminta perlindungan kepada Allah dari berbagai kesempitan dan kengerian yang akan terjadi pada hari kiamat. Sebagaimana dalam hadits Aisyah :

"Adalah Rasulullah n senantiasa meminta perlindungan kepada Allah dari kesempitan-kesempitan di mahsyat pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Golongan yang akan mendapatkan naungan Allah

Allah dengan rahmat dan keutamaan-Nya akana memberikan naungan kepada sebagian hamba-Nya, pada hari yang sangat panas. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya, yaitu di padang mahsyar tatkala mereka menghadap Allah

Beberapa golongan yang akan mendapatkan naungan-Nya, yaitu naungan Arsy-Nya, adalah sebagaimana yang Rasulullah sebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Beliau bersabda:

"Ada tujuh golongan yang Allah lakan menaungi mereka di bawah naungan Arsy-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Arsy-Nya. Mereka adalah (1) imam (pemimpin) yang adil, (2) pemuda yang tumbuh dalam peribadahan kepada Rabbnya, (3) orang yang hatinya terkait di masjid, (4) orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik, namun dia berkata: 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah', (6) orang yang bersedekah namuan merahasiakannya, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan (7) orang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga berlinang air matanya." (Muttafaqun 'alaih)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah bersabda:

"Ada tujuh golongan yang Allah k akan menaungi mereka dalam naungan Arsy-Nya…." (HR. Sa'id bin Manshur, dihasankan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 2/144, juga oleh Al-Albani dalam Al-Irwa')

Maka, riwayat ini menjelaskan bahwa yang dimaksud naungan-Nya adalah naungan Arsy-Nya, bukan naungan Dzat-Nya, karena hal ini tidak sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya.

Golongan lain yang juga akan mendapatkan naungan Arsy-Nya adalah:

"Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan (membayar hutang) atau membebaskan (hutang tersebut) darinya, niscaya Allah akan menaunginya dalam Arsy-Nya." (HR. Muslim no. 3006)

Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk golongan mereka.

padang mahsyar adalah tempat berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan dari mati, tentu setelah seluruh jagat raya mengalami kiamat.

Dengan otak manusia terjenius di dunia pun, kita sulitmembuktikannya. Karena itu hal ini termasuk hal ghaib yang wajib diimani oleh umat Islam. banyak orang-orang yang tak beriman meragukan adanya padang mahsyar,

Bagaimana mungkinmanusia yang mati akan dibangkitkan kembali sesudah matinya, padahal tinggal tulang belulang.nabi Ibrahim AS, sempat memohon pada Allah SWT untuk membuktikan secara nalar bagaimanamungkin Allah SWT kelak akan mengumpulkan seluruh manusia di padang mahsyar.

Permohonan ini bukanlah karena Nabi Ibrahim tak percaya pada kekuasaan Allah SWT, tetapi hanyalah untuk meneguhkan imannya. Oleh Allah SWT Nabi Ibrahim disuruh melatih empat ekor burung yang di lepas di empat tempat yang berlainan satu sama lain. Lalu pada saat tertentu nabi Ibrahim disuruhmemanggil burung-burung itu, yang tentu semuanya datang mendengar panggilan nabi ibrahim.Dengan kata lain, Allah SWT hanya menyeru manusia untuk bangkit dari kuburnya dan semua akan bangkit tunduk patuh seperti patuhnya burung-burung itu pada nabi Ibrahim.

Secara logika manusia yang otak dan ilmunya sangat terbatas ini, setelah kiamat terjadi tak mungkin terdapat padang mahsyar, karena alam semesta sudah hancur lebur. Disinilah bentuk keimanan pada hal ghaib, pada hari akhir sangat menentukan. Karena bukti-bukti ilmiah hanya bisamendukung keimanan, jika sudah ada penemuan baru akibat kecanggihan teknologi.

Selama lebihdari 1428 tahun lamanya, bukti-bukti itu belum ada. Namun baru-baru ini para ahli astronomitercengang oleh fenomena baru di alam semesta.Kalau kita meneliti kepada kandungan Al Quran, terdapat banyak ayat yang menyentuh tentangPadang Masyar.

Menurut Quran, apabila sangkakala ditiup untuk kali kedua, ruh akan dikembalikan kepada jasad manusia. Manusia akan hidup semula dan akan keluar dari kubur masing-masing menuju kepermukaan ‘bumi’. Di waktu itu permukaan ‘bumi’ tidak lagi seperti yang kita lihat hari ini tetapimerupakan padang pasir yang bewarna putih yang teramat luas sayup mata memandang.

Kenapa permukaan bumi bertukar wajah?

Sebelum itu alam ini telah berlaku kiamat. Semasa terjadinya kiamat, semua gunung-gunung yang ada di bumi akan bergerak dan berterbangan seperti kapas. Semua bintang-bintang di langit berguguguran menuju ke bumi.

Bintang-bintang yang besar ini akan berpadu dengan bumi lalu membentuk glob bumi yang sangat besar.Saiz bumi yang bertambah berlipat ganda besarnya itu akan menghasilkan luas permukaan yangsangat besar juga yang akan dikenali sebagai Padang Masyar.

Dengan keluasan permukaan yang berlipat ganda dari keluasan asal bumi maka dapatlah Padang Masyar ini menjadi tempat untuk menghimpunkan kesemua manusia yang bermula dari Nabi Adam hingga hari kiamat. Yang mungkin mencecah ratusan billion manusia.*

EMPAT PERTANYAAN DIPADANG MAHSYAR:

Setiap muslim wajib mengimani hari akhir atau hari Kiamat. Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadits-hadits shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang di dalam kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di padang Mahsyar.

Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut? Apa saja yang akan terjadi pada saat itu ?

Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Ta’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini.

Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggalyaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada manusia,kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya dalam rangka mengabdikepada-Nya.

Karena Allah yang telah mengaruniakan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangatlah wajar apabila Ia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan.Dalam sebuah hadits, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Tidaklah bergeser keduakaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan , hartanya dari mana ia peroleh dan kemana iahabiskan dan badannya untuk apa ia gunakan” (Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad Darimi)

1. Umur

Umur adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari manusia. Bila kita berbicara tentang umur, makaberarti kita berbicara tentang waktu. Allah dalam Al Qur’an telah bersumpah dengan waktu “Demimasa” maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang diberikan Allah adalah 24jam dalam sehari-semalam. Untuk apa kita gunakan waktu itu? Apakah waktu itu untuk beribadahatau untuk yang lain-lain yang sia-sia?Diantara sebab-sebab kemunduran umat Islam ialah bahwa mereka tidak pandai menggunakanwaktu untuk hal-hal yang bermanfaat,

sebagian besar waktunya untuk bergurau, bercanda, ngobroltentang hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan terkadang membawa kepada perdebatan yng tidak berarti dan pertikaian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya,sehingga mereka maju dalam berbagai bidang kehidupan dan menguasai ilmu pengetahuan danteknologi.Keadaan umat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada diantara mereka yang tidak mengertiajaran agamanya dan ada yang tidak mengerti ilmu pengetahuan umum. Bahkan ada di antaramereka yang buta huruf baca tulis Al Qur’an. Bila kita mau meningkatkan iman dan amal, makaseharusnyalah kita bertanya kepada diri masing-masing; sudah berapa umur kita hari ini?, dan apayang sudah kita ketahui tentang Islam?,

apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini?Janganlah kita termasuk orang yang merugi.

2. Ilmu

Yang membedakan antara muslim dan kafir adalah ilmu dan amal. Orang muslim berbedaamaliahnya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai kebersihan, berpakaian, berumahtangga, bermua’malah dan lain-lain. Seorang muslim diperintahkan oleh Allah dan RasulNya agar menuntut ilmu. Allah berfirman “Apakah sama orang yang tahu (berilmu) dengan yang tidak berilmu?” (QS. Az Zumar:9)Ayat ini kendatipun berbentuk pertanyaan tetapi mengandung perintah untuk menuntut ilmu.Menuntut ilmu agama hukumnya wajib atas setiap individu muslim, misalnya tentangmembersihkan najis. Berwudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hal-hal yang dilaksanakansetiap hari. Karena bila ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak , dan Allah akan bertanyakepadanya kenapa ia mengikuti apa yang tidak ia ketahui,

seperti dalam firmanNya : Dan janganlahkamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnyapendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya (QS. AlIsra’:36)

Ilmu yang sudah dipelajari oleh umat islam harus digunakan untuk kepentingan Islam. Ilmu yang sudah dituntut dan dipelajari wajib diamalkan menurut syari’at Islam.

Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan manusia kecuali bila manusia mengamalkannya RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya” (HR. Muslim)

3. Harta

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Bagi tiap-tiap umat itu fitnah dansesungguhnya fitnah ummatku adalah harta” (HR. At Tirmidzi dan Hakim)Harta pada hakikatnya adalah milik Allah. Harta adalah amanat Allah yang dilimpahkan kepadaumat manusia agar dia mencari harta itu dengan halal,

menggunakan harta itu pada tempat yangtelah ditetapkan oleh syari’at islam. Bila kita amati keadaaan umat islam saat ini, banyak kita dapatidiantara mereka yang tidak lagi peduli dengan cara mengumpulkan hartanya apakah dari jalan yanghalal atau dari jalan yang haram. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah meramalkan hal inidengan sabdanya “Nanti akan datang satu masa; di masa itu manusia tidak perduli dari mana hartaitu ia peroleh, apakah dari yang halal ataukan dari yang haram” (HR. Al Bukhari).Setiap muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya kerena banyak manusiayang terdesak masalah ekonomi lalu ia menjadi kalut hingga tidak perduli lagi harta itu dari mana iaperoleh. Ada yang memperoleh harta dari usaha-usaha yang batil, misalnya hutang tidak dibayar,korupsi, riba,

merampok, berjudi dan lain sebagainya. Orang yang mencari usaha dari yang haramakan mendapat siksa dari Allah, seperti disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :“Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram, maka Neraka itu lebih patut baginya(sebagi tempat).” (HR. Al Hakim)Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infaqkan pada jalan yang benar pula.Bila tadi disebutkan bahwa harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu dalamrangka untuk menggakkan kalimat Allah di muka bumi ini.Di dalam Al Qur’an ada delapan golongan yang berhak mendapat zakat, yaitu para fuqara (orangfikir), masakin (orang miskin),

amil (pengurus) zakat, Mua’llaf (orang yang baru masuk islam),untuk membebaskan budak, orang-orang yang berhutang, untuk perjuangan jalan Allah dan orangyang sedang dalam perjalanan. Di masa-masa sekarang ini ada beberapa kelompok yang masuk prioritas utama yang berhak mendapat infaq dan shadaqah, yaitu golongan fuqara, masakin danorang yang di jalan Allah.Orang fakir adalah orang yang butuh tetapi tidak mempunyai pekerjaan sedangkan hidupnyadigunakan untuk membantu agama Islam. Jadi orang fikir yang dibantu adalah orang yang memanghidupnya untuk berjuang di jalan Allah bukan pemalas yang tidak mau berusaha dan tidak melaksanakan syari’at Islam. Sedangkan orang miskin adalah orang yang berusaha tetapi usahanyahanya mencukupi kebutuhan minimalnya dalam keluarganya untuk makan sehari-hari.


4. Badan


Manusia merupakan mahkuk yang paling sempurna yang diciptakan Allah dimuka bumi ini.Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran yang diberikan Allah, manusia dijadikansebagai khalifah di bumi, manusia dibebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.Jasmani manusia ini dituntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khilafah dalam rangka mengabdikepada Allah. Letihnya manusia dalam malaksanakan ibadah kepada Allah akan diganjar denganpahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka bermain-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia,beribadah dengan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka sia-sialah letihnya itu bahkan ada yang diganjar dengan api Neraka, karena mereka termasuk orang orang yang celaka,

sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :”Tiap-tiap amal(pekerjaan) ada masa-masa semangat, dan tiap–tiap masa semangat ada masa lelahnya makabarangsiapa lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk,dan barangsiapa lelah letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orangyang binasa” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).*

Mahsyar adalah sebuah tempat pengumpulan seluruh makhluk untuk mempertanggung jawabkanseluruh amal perbuatannya semasa di dunia. Mereka datang tanpa alas kaki, tanpa sehelai benang pun yang menempel di badan, dan dalam keadaan belum dikhitan. Matahari didekatkan sejarak satu mil di atas kepala mereka. Keringat mereka bercucuran deras sesuai kadar dosanya. Merekaberdiam diri di tempat, tanpa gerak, tanpa suara, selama 50.000 tahun untuk menunggu keputusanAllah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Para malaikat hadir bershaf-shaf.

Semua jiwa menunduk lesu, takut, dan hina di hadapan-Nya.Neraka pun didekatkan kepada mereka. Amal-amal perbuatan ditunjukkan, ditanyakan dandimintakan pertanggungjawaban. Para malaikat, nabi, anggota badan dan bumi memberikesaksian.Setelah mereka dikumpulkan, berjalan proses berikutnya yaitu HISAB, semua amal perbuatan akandihisab (dihitung). Sebagian manusia yang beriman akan mendapat syafaat, baik dari NabiMuhammad, sahabat, maupun orang shaleh yang lain, sedangkan mereka yang tidak mendapat syafaat langsung menuju ke ‘meja’ peng-hisab-an.Proses selanjutnya, buku catatan amal perbuatan pun segera dibagikan.

Amal kebaikan dan amal keburukan ditimbang.Setelah catatan amal dibagikan, orang-orang beriman yang tidak mencampuradukkan keimananmereka dan selalu meneladani Rasul tanpa membuat bid’ah, akan singgah di al-haudh (telaga)mereka meminum air yang ada didalamnya sehingga tidak haus selama-lamanya. Kemudian,keimanan setiap manusia akan diuji, Allah akan menyingkapkan betisnya kemudian seluruhmakhluk yang beriman akan sujud tersungkur sedangkan orang-orang munafik walau memaksakandiri untuk bersujud tidak mungkin bias. Di sinilah diketahui mana orang yang benar-benar beriman dan orang-orang yang melakukan munafik.Proses berikutnya yaitu proses terakhir yang sangat menegangkan yang menentukan akhir kehidupan. Pada proses ini,


Jembatan Shirath telah dibentangkan di atas neraka Jahanam, denganjangkar-jangkar raksasa di kanan-kirinya, siap menyambar siapa pun yang akan menjadi penghunineraka.Manusia dalam menjalani hari-harinya di Padang Mahsyar akan mengalami beberapa keadaan,mengecewakan atau menyenangkan bergantung kepada amal ketika di dunia, sebagian merekaberada dalam keadaan yang berbeda sejak dibangkitkan hingga melewati Shirath.


*HADITS“(Yaitu) pada Hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain Dan (demikian pula) langit Danmereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagiMaha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).“Malaikat-malaikat Dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000tahun.(QS. Al Maarij:4).Orang kafir ingin seandainya IA dapat menebus dirinya dari adzab Hari itu dengan anak-anaknya,


dengan istri serta saudaranya, Dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya”.(QS.AlMa’arij:11-14).

Manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar. Qs.39:69,70Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan)Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dandidatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara merekadengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiapjiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yangmereka kerjakan. Qs.39: 69, 70 Keadaan, situasinya di padang mahsyar.Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. Qs.79: 8, 9; Manusia dikumpulkan di padang mahsyar tanpa busana.

Dari ‘Aisyah r.a. katanya dia mendengar Rasulullah s.a.w.bersabda: “Kelak hari kiamat manusia akan dikumpulkan tanpa alas kaki (sepatu atau sandal), tanpa busana, dan tanpa dikhitan.” Maka bertanya ‘Aisyah, “Yaa Rasulullah! Apakah wanita dan pria bercampur baur, sehingga satu sama lain saling memandang?”Sabda beliau, “Keadaan ketika itu sangat sulit, sehingga mereka tidak menghiraukan lagi satu sama lain.” Ada yang ketika hidup di dunia bisa melihat, ketika dikumpulkan di padang mahsyar dalam keadaan buta. Qs.20:124, 125

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginyapenghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalamkeadaan buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan akudalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"Qs.20:124, 125 Manusia dikumpulkan di padang masyar dalam keadaan yang bermacam-macam.Qs.99:6;Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam,supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Qs.99:6Apakah orang-orang yang koruptsi bakal menjadi tikus,

TV One? Apakah orang yang serakah bakal menjadi monyet? Di Padang Mahsyar situasinya meresahkan. Dari Miqdad bin Aswad r.a. katanya dia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda;“Pada hari kiamat kelak, matahari didekatkan kepada manusia,

sehingga jaraknya dengan mereka hanya kira-kira satu mil. Ketika itu manusia berada dalam genangan keringat, terbenam sesuai dengan amal mereka. Di antara mereka adayang terbenam sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampaipinggang, dan ada pula yang megap-megap terbenam sampai ke mulutnya, sambil Rasulullah s.a.w. menunjuk ke mulutnya.” Mereka bersusah payah memikul hartanya. Qs.3:180.Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikankepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.

Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang merekabakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaanAllah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs.3:180 Mereka bersusah payah memikul dosanya. Qs.6:31Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka denganTuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, merekaberkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentangkiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah,amatlah buruk apa yang mereka pikul itu. Qs.6:31

Hari Hisab di Padang Mahsyar

Islam mengajarkan akan adanya hari kebangkitan, yakni hari dimana setelah terjadinya kiamat besar, saat ketika tiupan malaikat Israfil sebagai penanda hari kiamat.

ALAM KUBUR

Manusia lahir-hidup-mati terus silih berganti dari mulai Nabi Adam sampai hari kiamat tiba. Sebelum kiamat telah ada manusia mati maka ditempatkanlah roh manusia tersebut ditempat yang dinamakan alam kubur. Di alam kuburlah kita menunggu hingga saat kiamat tiba dan juga ada siksa bagi yang berdosa besar.

KIAMAT

Saat Kiamat Israfil meniupkan terompet sangsakala yang pertama. Maka terjadilah kiamat besar dimana seluruh alam semesta dan tata-surya hancur lebur.


Semua mahluk hidup dimatikan saat itu dan kemudian semua roh tertidur.

MASA HISAB

Israfil meniupkan terompet yang kedua kalinya. Semua manusia yang mati dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsyar

Padang Mahsyar adalah suatu tempat manusia dikumpulkan setelah dibangkitkan dari mati. Tempatnya merupakan padang pasir yang bewarna putih yang teramat luas seluas mata memandang. Ini menjadi tempat untuk menghimpunkan semua manusia yang bermula dari Nabi Adam hingga hari kiamat. Yang mungkin berjumlah ratusan billion manusia.

Rasulullah saw adalah termasuk orang yang pertama kali dibangkitkan kemudian disusullah kekasih-kekasih Allah yang lainnya.

Karena jasad sudah hancur dan berubah jadi tanah kecuali pangkal tulang ekor maka manusia dibangkitkan dari pangkal tulang ekor tersebut untuk dikembalikan kepada jasad yang lama dan bukan dengan jasad yang baru kecuali 10 orang yang dibangkitkan tidak dengan hal tersebut yaitu jasad orang-orang yang tidak hancur jasadnya walau telah beribu-ribu tahun berkalang tanah ialah :
  1. jasad para Nabi.
  2. Jasad orang yang gugur dimedan perang.
  3. Jasad para ulama.
  4. Jasad para syuhada’ (orang-orang yang mati syahid)
  5. Jasad orang yang hafal Al-Qur’an.
  6. Jasad pemimpin yang adil.
  7. Jasad orang yang ahli adzan (muadzin).
  8. Jasad perempuan yang mati saat melahirkan.
  9. Jasad orang yang mati dibunuh dengan zhalim (aniaya)
  10. Jasad orang yang mati pada hari Jum’at baik siang atau malamnya.
Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika meninggal dan dalam keadaan :
  1. Telanjang dan tampa alas kaki kecuali Nabi dan keluarganya dan orang-orang yang berpuasa Rajab, Sya’ban dan Ramadhan secara rutin.
  2. Lesu, lapar dan haus kecuali orang-orang yang berpuasa Rajab, Sya’ban dan Ramadhan secara rutin karena malaikat Ridwan akan memanggil Ghilman dan Wildan (pelayan-pelayan dari syurga yang terdiri dari anak-anak yang belum akil baligh) mereka datang dengan membawa makanan minuman dan buah-buahan dari surga untuk diberikan kepada orang-orang yang berpuasa.
  3. Dengan raut muka yang berbeda-beda, ada yang muka berseri-seri, memandangi Pemelihara mereka, dan ada yang masam. Ada yang bersinar dan tertawa, dan ada yang berdebu, digelapkan. Ada yang merendah (mungkin kerana takut atau malu) dan ada yang riang. Ada pula dengan muka yang hitam karena kafir. Ada juga yang dibangkitkan dalam keadaan buta karena berpaling dan tidak mengindahkan ayat-ayat Allah.
Kemudian manusia saling mengangkat wajahnya dan memandang kelangit, mereka berdiri selama 40 tahun tidak makan dan tidak minum, dan setiap orang dari mereka berkeringat karena malu kepada Allah. Diantara mereka ada yang berkeringat pada telapak kaki, ada yang berkeringat pada kedua bahunya, ada yang berkeringat pada perutnya, ada yang berkeringat pada dadanya dan ada yang berkeringat pada wajahnya, keringat itu disebabkan karena lamanya mereka berdiri
Di sinilah tempat manusia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan , hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan dan badannya untuk apa ia gunakan


Pada masa ini pertalian kekeluargaan termasuk kerabat yang bertalian darah tidak bermanfaat lagi. Bapa tidak membela anak, dan anak tidak membela bapa. Sahabat juga menjadi musuh kecuali orang-orang yang bertaqwa.


Golongan jin juga dikumpul dan ditanya. Antara yang ditanya adalah mengenai pengambilan mereka daripada golongan manusia. Sahabat-sahabat mereka daripada golongan manusia pula mengaku telah mendapat kesenangan daripada mereka.


Tiga orang yang akan disalami oleh para malaikat pada hari mereka dibangkitkan dari kuburnya, mereka adalah orang-orang yang mati syahid, orang yang berpuasa Ramadhan dan orang yang berpuasa pada hari Arafah.
Manusia akan dikelompokkan pada umat nabi masing-masing misalnya :
  1. Kelompok umat Yahudi dengan saksi nabi Musa
  2. Kelompok umat Nasrani (bani Israil, sesudah nabi Isa) dengan saksi nabi Isa
  3. Kelompok umat Islam dengan saksi nabi Muhammad
Kemudian dibagikan buku amal masing-masing orang, amal buruk di tangan kiri dan amal baik di tangan kanan.

Semua catatan amalan akan diperhitungankan segala amal kebaikan dan amal keburukan
Siapa yang amal baiknya lebih banyak dari pada amal buruknya, maka akan ditempatkan di surga di tingkat langit yang ke sekian tergantung dari seberapa banyak amal baiknya. Misal yang paling sedikit amal baiknya akan ditempatkan di surga langit ke 1, yg lebih banyak langit ke 2 dan seterusnya. Mereka menerima ganjarannya berupa kenikmatan secara abadi sesuai dengan tingkat surganya masing-masing.

Siapa yang amal buruknya lebih banyak dari pada amal baiknya, maka akan ditempatkan di neraka dengan tingkatan yang berbeda, tergantung seberapa banyak amal buruknya.
Semuanya akan menerima dengan adil.

Kelompok yang tidak percaya ALLAH dan menyekutukan ALLAH adalah pendosa besar, amal buruknya sangat berat dan tidak mungkin diimbangi dengan semua amal baik.

Hingga mereka akan berserak dan berbeda dari kelompok tiga diatas. Kelompok ini akan ditempatkan di neraka dan menerima siksa secara abadi tampa adanya timbangan amal.
TIDAK ADA YANG ABADI DI DUNIA DAN TIDAK ADA YANG KEKAL SELAIN ALAM AKHIRAT.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More